Kelitu Ditetapkan Menjadi Gampong Iklim Aceh


TAKENGON-Kampung Kelitu Kecamatan Bintang ditetapkan sebagai satu dari empat Gampong Iklim di Provinsi Aceh, Selasa (9/8). Tiga kampung lain diantaranya Ule Lheu Banda Aceh, Iboih Sabang dan Saree Aceh Besar.

Penetapan Kampung Kelitu sebagai Gampong Iklim Aceh ditandai dengan penyerahan Prasasti yang sudah ditandatangani oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah oleh Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Aceh, Iskandar kepada Reje (Kepala Kampung) Kelitu disaksikan oleh Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin.

Menurut Iskandar penetapan Kampung Kelitu merupakan tindaklanjut dari peluncuran Gampong Iklim tingkat Provinsi yang dilakukan oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah pada 26 Mei 2016 lalu.

"Kampung Kelitu bersama dengan tiga kampung lainnya di Aceh diharapkan menjadi pilot projek sebagai Kampung iklim yang didukung oleh partisipasi dan perhatian masyarakat terhadap lingkungan," ujar Iskandar.

Untuk menyukseskan program tersebut, pihak Bapedal Aceh memfasilitasi tong sampah sebanyak 150 unit, 4 unit Bank Sampah Plastik dan penanaman 5.000 bibit tanaman berjenis Pinus, Cemara Gunung dan Pucuk Merah.

"Pohon yang ditanam nanti harus sampai tumbuh, kita sediakan biaya pemeliharaannya," ucap Iskandar.

Sementara Bupati Nasaruddin mengharapkan dengan dipilihnya Kampung Kelitu sebagai salah satu Gampong Iklim Aceh agar masyarakat setempat dapat memberi contoh sikap untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

"Lingkungan yang kita jaga dan lestarikan bukan hanya untuk saat ini, tapi bagaimana berlanjut dapat dinikmati oleh generasi penerus nanti," ujar Nasaruddin.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Pak Nas ini mengajak masyarakat untuk mensyukuri nikmat ALLAH SWT atas anugerah alam Aceh Tengah yang subur, sejuk dan indah.

"Ditempat lain ada saudara kita yang sangat kesulitan akibat kekeringan, bercermin dari kondisi wilayah lain itu sudah seharusnya menjadi pelecut bagi masyarakat untuk berusaha lebih baik dalam mengelola sumberdaya alam, tentu sesuai aturan dan tanpa merusak lingkungan," demikian Pak Nas.(REL)

Romeltea Media
jurnalgo Updated at:

Mana Yang Benar Bumi Datar atau Bulat?


 
Bumi bulat seperti bola atau datar seperti piring kembali menjadi perbincangan hangat belakangan ini Flat Earth, demikian topik yang lagi nge-trend di jagad maya. Bahasan ini tentang Teori Bentuk Bumi adalah Datar Bukan Bulat.

Di Youtube, sejumlah akun - diantaranya TigerDan925 - mengunggah video penjelasan tentang Bumi datar beserta argumen-argumennya.

Sementara di Facebook, terdapat sejumlah komunitas - di antaranya The Flat Earth Society - yang beranggotakan orang-orang yang percaya bahwa Bumi datar. Di Twitter, ada akun @FlatEarthID dengan sejumlah informasi tentang pandangan Bumi datar.

Dalam buku “The Atlantean Conspiracy: 200 Proofs The Earth Is Not A Spinning Ball”. Dalam buku ini pula dia menuding bahwa Bumi bulat merupakan bentuk konspirasi terbesar sepanjang masa.

Perdebatan soal bentuk Bumi sudah terjadi sejak dulu. Banyak kebudayaan meyakini bahwa Bumi berbentuk datar, seperti budaya Babilonia kuno, India, China, dan Jepang kuno.

Begitu pula dengan periode awal Mesir dan Mesopotamia, yang menggambarkan Bumi sebagai piringan datar yang mengambang di laut. Beberapa filsuf sebelum Socrates juga percaya bahwa Bumi itu datar.

Pada abad ke-6 SM, kembali muncul kosep Bumi yang bulat di beberapa kebudayaan. Di Yunani, pendapat ini dikemukakan oleh Pythagoras.

Tulisan VICE.com pada 2014 mengungkap, mereka yang meyakini bahwa Bumi datar percaya bahwa matahari selalu berada di Tropic Cancer dan Capricorn, yang berarti jaraknya kurang dari 5.000 kilometer dari Bumi.
Mereka juga meyakini bahwa Bumi begitu spesial sehingga walaupun banyak benda langit berbentuk bulat, Bumi berbentuk datar layaknya piringan.
Bukti Bumi datar menurut orang-orang yang meyakininya bisa diketahui saat terbang dengan pesawat.

Penumpang selalu diberitahu bahwa pesawat terbang dengan ketinggian tetap setelah stabil di udara. Menurut pemercaya Bumi datar, jika Bumi bulat, seharusnya ketinggian terbang tak pernah tetap.
Bukan itu saja, menurut mererka jika benar-benar ada miliaran bintang di langit pada malam hari --kelompok yang menganggap Bumi datar menolak pemikiran ini, maka seluruh langit akan penuh cahaya. Jika Bumi terus-menerus berputar, pesawat tidak akan bisa mencapai tujuan mereka karena melawan angin dengan kecepatan 500 mile perjam atau 804 kilometer perjam. Jika Bumi benar-benar berputar, peluru yang ditembakkan ke atas akan mendarat ratusan kaki di sebelah barat mereka. Tapi, kata Dubay, kenyataannya tidak demikian

Dikutip dari, http://roda2blog.com/ berikut 7 teori tentang bumi itu datar
1.      Pencetus Bumi Bulat bukanlah Galileo
Seringkali teori bumi bulat dinisbatkan pada Galileo ataupun Copernicus pada permulaan abad kebangkitan di eropa. Sedang pada masa sebelumnya diklaim pencetusnya adalah Al-khawarizmi, salah satu astronom muslim abad pertengahan yang brillian.
Teori bumi bulat atau heliosentrik dengan matahari sebagai pusat tata surya sudah dikenalkan sejad abad 420 SM oleh Martianus Capella.
Sedangkan teori bumi datar sebagai pusat alam semesta, disebut Geosentrik, dikemukakan pertama kali oleh Ptolemeus atau Ptolemy. Ilmuwan keturunan Yunani-Mesir yang hidup di zaman Romawi. 
Bagaimana menurut ilmuwan muslim? mereka pun berbeda pendapat. Ibnu Sina misalnya yang berpendapat bahwa bumi datar, lalu Al-Khawarizmi yg berpendapat bulat. Perbedaan ini wajar, ilmuwan bangsa lain pun dari berbagai era juga berbeda pendapat. 
Termasuk zaman Galileo. Perlu  diketahui, Galileo dihukum mati karena pemberontakan politik pada kekuasaan absolut gereja, bukan karena perdebatan heliosentrik atau geosentrik. Galileo sendiri telah mengkaui gagal teori heliosentriknya saat tidak berhasil memecahkan  Stellar Parallax. 
2.      Teori Gaya Gravitasi Sudah Tidak Relevan Diganti Teori Elektromagnet

Salah satu teori dasar dalam bumi bulat adalah adanya Gravitasi atau daya tarik bumi, adanya gravitasi bumi manusia tidak merasakan kemiringan bumi yang berbentuk bulat. Teori yang dicetuskan oleh Isaac Newton. Berdasarkan teori ini, planet-planet yang bergerak mengitari matahari pada jalurnya adalah karena gaya gravitasi antar planet.
Menurut kaum Flatter, teori Gravitasi (yang muncul tahun 1679) ini sudah tidak relevan alias gugur ketika Nicolas Tesla tahun 1800an, menemukan teori elektromagnet. Menurut flatter, benda-benda langit berputar pada jalurnya karena pengaruh medan magnet bumi, sehingga bumi menjadi pusat tata surya. Seperti benda ini videonnya
Jika memang gaya gravitasi daya tarik bumi itu ada, kenapa balon bisa terbang ke udara?. Saat membahas soal balon ini, tentunya teori grafitasi menjadi tidak relevan karena yang dibicarakan menjadi teori berat massa Archimedes (muncul tahun ). Jika massa-nya ringan akan terbang, jika berat akan jatuh
Menurut flatter manusia bisa berpijak di bumi, selain karena berat massa manusia yang memang lebih berat dari massa udara juga karena adanya medan magnet bumi. 
Bila demikian, kenapa bulan, matahari dan benda-benda langit lainya tidak menabrak bumi yg katanya magnet besar? ya seperti halnya di video di atas. Benda-benda langit lainya dalam pengaruh medan elektromagnet bumi sehingga mereka semuanya mengitari bumi pada jalurnya. Bukan saling beradu gravitasi.
3. Bumi Memiliki Kubah Langit dan Dinding Bumi Yang Tak Dapat Ditembus.

Pertanyaan yang sering muncul jika bumi adalah datang adalah adanya tepi jurang. Menurut teori flatter, bumi memiliki dinding dan kubah yang kasat mata. Kubah bumi tak akan bisa ditembus oleh benda apapun yang dibuat manusia, roket, jet sampai rudal nuklir juga gak bakal tembus. Mereka sudah mencoba sendiri menembakkan roket ke angkasa berikut videonya
Bagaimana soal dinding bumi? dinding bumi secara nyata adalah dinding salju antartika. Manusia tak akan bisa melintasi atau menyebrangi antartika. Setiap usaha manusia melintasi dinding es antartika ujung-ujungnya manusia hanya akan mengitari dinding bumi karena kepentok dinding elektromagnetik bumi secara tidak sadar. Begini gambar imajiner flat earth dengan kubah langit.
Tapi ada juga flatter yang beranggapan bahwa ada kehidupan lain di sisi dinding es Antartika. Jadi di Bumi ini ada alien? bisa jadi, karena sebagai pusat galaksi ukuran bumi sangat luas sedang manusia hanya hidup di salah satu kawah bumi saja. hehehehe jadi ingat film dokter strange, tentang sekumpulan mahluk hidup yang meyakini tinggal di dunia ternyata hanya hidup di dalam pucuk bunga.
Kira-kira seperti bentuk bumi menurut sebagian flatter yang berasumsi bahwa ada kehidupan lain di bagian bumi.
4. Kutub Utara sebagai pusat bumi, Terbang dari timur ke barat akan kembali ke tempat semula.
Langsung cekidot videonya sob!.
Lalu bagaimana bila kita terbang dari utara ke selatan? nagh sampai sekarang belum ada yg mencoba terbang melintasi wilayah antartika atau kutub selatan. Sedangkan untuk kutub utara sudah biasa dilintasi.
Qantas maskapai penerbangan Australia, menawarkan penerbangan ke Antartika tapi hanya melintasi gunung Gunung Erebus. Sempat ada rute penerbangan langsung melintasi tepi Antartika dari Australia ke Chile tapi rute ini hanya bertahan dari tahun 2000-2010
5. Rasi-rasi bintang tidak berubah
Rasi-rasi bintang yang digunakan dalam navigasi kapal tidak pernah berubah. Semuanya bergerak sesuai jalurnya. Padahal bila bumi bergerak mengelilingi matahari seharusnya formasi rasi berubah, inilah yg disebut dengan stellar parallax yang hasilnya selalu negatif dalam teori heliosentrik.
Apa sih stellar parallax. Yaitu saat kita memandang obyek dari posisi yang berbeda, tentunya hasilnya juga berbeda kan?. Misal di bulan januari Bumi berada di sisi kiri matahari, tentu formasi bintang akan berbeda ketika bulan Juli saat bumi berada di sisi kanan matahari.
Dalam teori bumi datar, formasi rasi-rasi bintang tidak berubah, mereka  mengitari kubah langit bumi sesuai lintasan dan formasinya. Hanya ada satu rasi bintang yang tak berputar yaitu rasi bintang utara yang letaknya tepat di atas kutub utara. Selama berabad-abad, rasi-rasi bintang ini memandu perjalanan di laut.
Gambar diatas fotografi time lapse tentang pergerakan bintang-bintang mengeliling bumi. Ada satu bintang yg ttetap tak putar yaitu bintang utara. 
6. Ukuran Matahari lebih kecil dan jaraknya lebih dekat.
Siang dan malam terjadi seperti pusaran yin-yang dalam filosopi China.
7. Teori Bumi Datar tidak berafiliasi dengan agama apapun tapi meyakini adanya sang Pencipta
Ketika disodorkan tentang teori bumi datar, biasanya stigma kita langsung menjudge bahwa ini pasti berasal dari dogma agama?. Biasanya langsung dituduh wahabi, ekstremis dll. Padahal aktifis flattermurni bekerja berdasarkan eksperimen ilmiah dengan berbagai latar belakang agama.
Ya harap dimaklumi, hampir semua agama mengajarkan bahwa bumi ini “terhampar” sebagai tikar digelar. Lalu Tuhan/Dewa-dewa memberikan hiasan di langit.
Apa yg mereka lakuin adalah tradisi astronomi yang selama berabad-abad, dari zaman sebelum masehi sampai sekarang biasa dilakukan pecinta luar angkasa, hanya saja beda madzhab, geosentrik atau heliosentrik. Teori geosentrik sempat redup saat teori bumi bulat  gencar dikenalkan terutama selama masa perang Dingin hegemoni antara Amerika dan Sovyet.
Sebagaimana halnya proses ilmiah, dua teori ini diadu melalui berbagai uji eksperimen dan eksplorasi. Seperti, uji kedataran air laut dengan sinar laser. Menembakkan roket untuk mencoba menembus kubah bumi. Sampai terbang di ketinggian batas langit dengan pesawat Mig29 untuk melihat horizon bumi, lengkung atau datar. Atau menerbangkan balon.
Berikut adalah poto-poto yang dianggap merupakan bukti kalau bumi itu datar.

horizon selalu terlihat datar, kecuali gambar-gambar yang dikeluarkan oleh NASA dan pemerintah berbagai negara, yang menurut pihak yang menyakini bumi datar adalah palsu. Inilah yang mereka sebut sebagai konspirasi global.


Menurut mereka kita tidak pernah melihat ke bawah untuk melihat horizon. Jika Bumi bulat, maka manusia harus menunduk untuk melihat cakrawala.


jika Bumi benar-benar bulat dan meluncur melalui ruang, maka air akan bergoyang-goyang di semua tempat, bukannya diam dan datar.

Jika Bumi benar-benar bulat, kata dia, aliran sungai, seperti Mississipi, akan berbalik dan tidak akan sampai ke laut.

Jika Bumi benar-benar bulat dan berputar, helikopter akan bisa melayang di tempat dan menunggu untuk sampai ke tujuan mereka.

 Jalur kereta api dari London ke Liverpool memiliki panjang 180 mile. Jika Bumi benar-benar bulat, maka jalur itu memiliki ketinggian 5.400 kaki di atas Birmingham.

Jika bumi benar-benar bulat, pilot maskapai harus terus menyesuaikan kontrol mereka agar tidak terbang ke ruang angkasa.

Bantahan Kelompok Yang Mengatakan Bumi Itu Bulat

Seperti yang dikutip oleh nationalgeographic, Profesor astrofisika dan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan bahwa pandangan Bumi datar terlalu mengada-ada."Itu pseudosains," katanya.

"Orang-orang awam memercayainya karena seolah-olah pandangan  itu ilmiah padahal sebenarnya tidak ada dasarnya sama sekali," imbuhnya ketika dihubungi Kompas.com, Senin (11/7/2016).

Orang-orang yang percaya Bumi datar meyakini bahwa Kutub Selatan adalah dinding yang tak mungkin ditembus. "Nyatanya, pernah ada penerbangan yang melewati kutub selatan, dari Afrika Selatan ke Selandia Baru. Kalau Kutub Selatan dinding yang tak bisa ditembus, tak mungkin ada penerbangan itu," jelasnya.

Penerbangan melewati kutub selatan kini tak diminati sebab alasan teknis terkait suhu dingin Pandangan bahwa satelit adalah kebohongan belaka juga kurang berdasar. Nyatanya, komunikasi manusia saat ini berbasis satelit.

Demikian pula keyakinan bahwa Matahari berjarak 4.000 kilometer dari Bumi. "Suhu Matahari mencapai 6.000 derajat celsius. Kalau jarak Matahari sedekat itu, maka kita akan tersiksa dan terbakar oleh radiasi dan panas," ungkap Thomas.

Ketinggian terbang pesawat yang tetap pun sebenarnya bisa dijelaskan. Ketinggian terbang pesawat diukur secara relatif terhadap permukaan Bumi. Ukuran Bumi yang besar membuat kelengkungan Bumi tidak begitu dirasakan.

"Jika kita menjadi pilot, kita akan mampu membuktikannya," kata Thomas."Kalau Bumi datar, maka dari atas kita bisa menatap daerah mana pun termasuk kutub selatan. Kenyataannya, pandangan kita tetap terbatas."


Pembuktian bahwa Bumi bulat bisa dilakukan dengan cara sederhana.Banyak orang berburu pemandangan senja kala liburan. Pemandangan senja itu bisa menjadi bukti bahwa Bumi bulat.

Saat menatap senja, manusia akan melihat garis khayal yang membatasi pandangan. Matahari akan tenggelam di garis yang disebut horison itu. Jika Bumi datar, garis yang seolah-olah mempertemukan langit dan permukaan Bumi itu takkan ada.

Kalau ada kapal berlayar di lautan, manusia takkan melihat kapal itu hilang perlahan dan per bagian ketika bergerak menjauh jika saja Bumi datar.

"Jika kapal itu mendekat, kita taakkan menyaksikan asapnya dahulu, baru bagian kapal secara keseluruhan, tetapi langsung semuanya," kata Thomas.

Romeltea Media
jurnalgo Updated at:

Menyelusuri Jejak Manusia Kerdil di Indonesia



Manusia kerdil meski sebagian orang menanggap keberadaan mereka adalah mitos namun sebagian orang percaya makhluk benar-benar ada, bahkan sebagian mengklaim pernah berjumpa dengan manusia kerdil. Terbaru Polisi Kehutanan (Polhut) Taman Nasional Way Kambas (TNWK) memergoki belasan manusia kerdil saat melakukan patroli di kawasan hutan tersebut.

Manusia kerdil yang sempat dipergoki tersebut, menurut petugas Polhut, berambut gimbal, memegang tombak kayu, tinggi badannya tak lebih dari 50 cm, dan tidak mengenakan penutup tubuh sedikit pun. "Panjang rambutnya ada yang sampai sepinggul," ujar Humas TNWK Sukatmoko di kantornya kemarin (22/3) seperti dilansir laman lampost.co.

Menurut Sukatmoko, keberadaan manusia kerdil itu diketahui petugas Polhut yang tengah berpatroli di hutan pada Minggu (17-3) lalu, menjelang magrib.

Saat itu sekelompok liliput yang jumlahnya sekitar 15 orang tengah berjalan menyusuri rawa. Rombongan Polhut sempat memantau keberadaan mereka sekitar 5 menit pada jarak pandang sekitar 35 meter.

Ketika petugas hendak mendekat, orang-orang kerdil itu langsung menyelinap ke balik pohon lebat dan segera menghilang. "Orang-orang kerdil itu larinya cepat luar biasa dan loncatannya jauh," ujar Sukatmoko.

Petugas juga tidak bisa memastikan apa yang sedang dilakukan oleh rombongan manusia langka tersebut karena jaraknya cukup jauh. "Yang jelas, dari belasan orang itu, satu di antaranya tengah menggendong bayinya," kata Sukatmoko.

Rabu (20/3) lalu, lanjutnya, anggota Polhut TNWK yang sedang berpatroli kembali melihat keberadaan mereka di tempat yang sama, tetapi dari jarak lebih jauh dan lebih singkat waktunya.

Pasang Kamera

Sukatmoko belum bisa memastikan apakah orang kerdil tersebut memang bertempat tinggal di hutan TNWK atau pendatang dari pulau lain. Untuk merekam keberadaan mereka, kini pihak Balai TNWK mengirim sejumlah peralatan elektronik dan kamera yang menggunakan lampu inframerah.

"Dengan alat tersebut, jika manusia kerdil itu keluar pada malam hari, tetap akan terekam. Kami berusaha mengetahui perkumpulan orang kerdil itu melalui kamera tersembunyi," kata dia.

Menurut Sukatmoko, bila sudah tertangkap gambar dan benar terbukti ada perkampungan orang kerdil, pihaknya segera menginformasikan kepada Menteri Kehutanan, bahkan kepada Presiden, guna meminta petunjuk langkah apa yang akan diambil.

"Jika sudah ditemukan, kami juga berharap pemerintah bisa melindungi perkumpulan manusia langka itu. Anggota kami sudah mengetahui dengan mata secara langsung, tetapi belum bisa mengabadikan dengan kamera karena pada waktu itu tidak ada persiapan kamera," ujar Sukatmoko.

Kisah manusia kerdil sudah dikenal di sejumlah hutan di Indonesia, di antaranya di wilayah Kerinci Seblat, Sumatera Barat; Liang Bua di Flores; dan di Bone, Sulawesi Selatan. Di Kerinci, mereka dikenal dengan sebutan orang pendek, di Flores sebagai Homo floresiensi, sedangkan di Bone dikenal sebagai Suku Oni. Di Gunung Kerinci, makhluk itu digambarkan memiliki kaki terbalik, telapak kakinya menghadap ke belakang, tetapi dapat bergerak lincah di antara lebatnya hutan.

Meskipun sudah banyak yang mengaku melihatnya, belum ada yang berhasil mengabadikan dengan kamera karena waktu pertemuan yang sangat singkat atau ketiadaan kamera. Kisah manusian kerdil sering dijumpai, Di Kalimantan  bahkan warga berani  menyatakan pernah mengurung  orang kerdil  yang hidup di goa-goa ,  dan  baru keluar  untuk mencari ikan di sekitar  sungai  pada saat  cuara  mulai  hujan rintik rintik  sore  hari.   Warga   menceritakan pernah  menangkap  orang kerdil  ini dan mengurungnya  dalam kandang  tertutup,  tetapi lantaran  merasa  iba  dengan   sang Liliput  yang tampak tersiksa  dan stress, akhirnya dilepaskan kembali  ke hutan.Cerita  serupa  juga  banyak ditemui di Sumatera,  Masyarakat  suku pedalaman di Kerinci menyebutnya engan "Uhang Pandak.

 
Hasil Penelitian Ilmuwan Tentang Manusia Kerdil

Kehidupan manusia-manusia berpostur mini ternyata pernah ada di negara Indonesia tepatnya di daerah Flores,Nusa Tenggara Timur sekitar 18 ribu sampai 36 ribu tahun yang lalu.Makhluk yang disebut dengan homo floresiensis ini ditemukan pada tahun 2003.

Ilmuwan Jepang  yang meneliti tentang spesies makhluk ini kerdil ini. Dari kerangka yang ditemukan di flores mungkin mengecil karena penyesuaian dengan lingkungannya.Studi yang diterbitkan oleh Journal of Royal Society menyebutkan,kerangka yang ditemukan di daerah Flores tersebut berasal dari manusia purba yang mengecil melalu proses yang dikenal dengan pengerdilan insuler. di mana spesies menjadi lebih kecil ketika mereka terisolasi dan sumber daya terbatas.

Banyak teori tentang asal muasal manusia kerdil ada.Salah satunya adalah teori yang menyatakan bahwa homo floresiensis adalah sebenarnya manusia modern yang pertumbuhannya terhalang oleh penyakit.

Selain ilmuwan jepamg yang meneliti tentang keberadaan manusia kerdil di Indonesia.Arkeolog Indonesia yang tergabung dalam Arkenas juga meneliti tentang keberadaan Hobbit di Flores.Arkenas menemukannya pada tahun 2003 di gua bernama Liang Bua di dusun Rampassa,Kabupaten Manggarai Flores.Jumlah Fosil yang ditemukan Arkenas sebanyak 6 individu.Namun hanya satu individu yang kerangkanya lengkap.

Dari tulang pinggulnya, diketahui fosil LB 1 ini berjenis kelamin perempuan dan berumur sekitar 25-30 tahun. Uniknya, volume otaknya cuma 380 cc atau di bawah simpanse. Hal ini menjadi unik, sebab otak simpanse 400 cc dan manusia modern sekitar 1300-1500 cc. Meski volume otak kecil, hobbit ini bisa membuat peralatan dari batu. "Volume otak kecil bukan berarti bodoh, tapi justru bisa saja jenius," jelas Rokus Due Awe, ahli paleontologi dari Arkenas.

Hobbit dari Flores ini diperkirakan musnah karena ada letusan gunung api yang sangat besar karena kerangkanya ditemukan di bawah tufa atau abu vulkanik.Di Flores sendiri terdapat manusia yang berukuran kerdil sekitar 135 cm-150 cm yang masih hidup tepatnya di kampung Rampassa.

 
"Uhang Pandak" atau Orang Pendek, merupakan misteri sejarah alam terbesar di Asia. Keberadaan Orang Kerdil ini, telah memancing ahli binatang untuk mendaftarkan laporan kera misterius ini di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat, Propinsi Jambi, lebih dari 150 tahun.

Setiap daerah pasti memiliki kepercayaan tentang makhluk-makhluk "Bunian". Di daerah Bengkulu, orang Bunian disebut "Sebabah" yang merupakan satu bentuk yang mirip dengan manusia, hanya saja mereka bertubuh kecil dan berkaki terbalik.

Lebih ke daerah pedalamannya lagi, ada juga kisah tentang makhluk "Gugua", yang mempunyai perawakan berbulu lebat, pemalu, dan suka menirukan tingkah laku dan perbuatan manusia.

Konon pada zaman dahulu, makhluk ini bisa ditangkap. Masyarakat dahulu menangkap makhluk ini dengan menyiapkan sebuah perangkap. Ada juga kisah tentang perkawinan makhluk ini dengan penduduk lokal, lalu mempunyai keturunan.

 

Sampai hari ini, makhluk di gunung Kerinci yang dikenal sebagai "uhang pandak", memiliki variasi yang membingungkan dari nama dialek setempat. Sampai sekarang pun masih belum teridentifikasi oleh ilmuwan.

Orang pendek / uhang pandak ialah nama yang diberikan kepada seekor binatang (manusia atau bunian) yang sudah dilihat banyak orang selama ratusan tahun. Kerap kali muncul di sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi.

Walaupun tak sedikit orang yang pernah melihatnya, keberadaan uhang pandak hingga sekarang masih merupakan teka-teki. Tidak ada seorang pun yang tahu sebenarnya makhluk jenis apakah yang sering disebut sebagai orang pendek itu.

Tidak pernah ada laporan yang mengabarkan, bahwa seseorang pernah menangkap atau bahkan menemukan jasad makhluk ini. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan banyaknya laporan dari beberapa orang yang mengatakan pernah melihat makhluk tersebut.

 

Sekedar informasi, orang pendek ini masuk ke dalam salah satu studi Cryptozoology. Ekspediasi pencarian Orang Pendek sudah beberapa kali dilakukan di Kawasan Kerinci, salah satunya adalah ekspedisi yang di danai oleh National Geographic Society.

National Geographic sangat tertarik mengenai legenda Orang Pendek di gunung Kerinci, Jambi. Bahkan, beberapa peneliti telah mereka kirimkan kesana untuk melakukan penelitian mengenai makhluk tersebut.

Adapun cerita mengenai uhang pandak pertama kali ditemukan dalam catatan penjelajah gambar jejak, Marco Polo, 1292, saat ia bertualang ke Asia. Walau diyakini keberadaannya oleh penduduk setempat, makhluk ini dipandang hanya sebagai mitos belaka oleh para ilmuwan, seperti halnya "Yeti" di Himalaya dan monster "Loch Ness" Inggris Raya.

Sejauh ini, para saksi yang mengaku pernah melihat Orang Pendek menggambarkan tubuh fisiknya sebagai makhluk yang berjalan tegap (berjalan dengan dua kaki), tinggi sekitar satu meter (diantara 85 cm hingga 130 cm), dan memiliki banyak bulu diseluruh badan. Bahkan tak sedikit pula yang menggambarkannya dengan membawa berbagai macam peralatan berburu, seperti semacam tombak.

Legenda Mengenai Uhang Pandak sudah secara turun-temurun dikisahkan di dalam kebudayaan masyarakat "Suku Anak Dalam". Mungkin bisa dibilang, suku anak dalam (Kubu) sudah terlalu lama berbagi tempat dengan para Orang Pendek di kawasan tersebut. Walaupun demikian, jalinan sosial diantara mereka tidak pernah ada.

Sejak dahulu, suku anak dalam bahkan tidak pernah menjalin kontak langsung dengan makhluk-makhluk ini, mereka memang sering terlihat, namun tak pernah sekalipun warga dari suku anak dalam dapat mendekatinya.

Ada sebuah kisah mengenai keputusasaan para suku anak dalam yang mencoba mencari tahu identitas dari makhluk-makhluk ini, mereka hendak menangkapnya, namun selalu gagal. Pencarian lokasi dimana mereka membangun komunitas mereka di kawasan Taman Nasional juga pernah dilakukan, namun juga tidak pernah ditemukan.

Awal tahun 1900-an, dimana saat itu Indonesia masih merupakan jajahan Belanda, tak sedikit pula laporan datang dari para WNA. Namun, yang paling terkenal adalah kesaksian Mr. Van Heerwarden di tahun 1923. Van Heerwarden adalah seorang zoologiest, dan disekitar tahun itu ia sedang melakukan penelitian di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Pada satu catatan, ia menuliskan mengenai pertemuannya dengan beberapa makhluk gelap dengan banyak bulu di badan. Tinggi tubuh mereka ia gambarkan setinggi anak kecil berusia 3-4 tahun, namun dengan bentuk wajah yang lebih tua dan dengan rambut hitam sebahu. Van Heerwarden sadar, mereka bukan sejenis siamang maupun primata lainnya. Ia tahu makhluk-makhluk itu menyadari keberadaan dirinya saat itu, sehingga mereka berlari menghindar.

Satu hal yang membuat Mr. Heerwarden tak habis pikir, semua makhluk itu memiliki persenjataan berbentuk tombak dan mereka berjalan tegak. Semenjak itu, Mr. Heerwarden terus berusaha mencari tahu makhluk tersebut, namun usahanya selalu tidak berbuah hasil.

Sumber-sumber dari para saksi memang sangat dibutuhkan bagi para peneliti yang di danai oleh National Gographic Society untuk mencari tahu keberadaan Orang Pendek.

Dua orang peneliti dari Inggris, Debbie Martyr dan Jeremy Holden sudah lama mengabadikan dirinya untuk terus menerus melakukan ekspedisi terhadap eksistensi Orang Pendek. Namun, sejak pertama kali mereka datang ke Taman Nasional Kerinci di tahun 1990, hasil yang didapat masih jauh dari kata memuaskan.

Lain dengan peneliti lainnya, Debbie dan Jeremy datang ke Indonesia dengan di biayai oleh Organisasi Flora dan Fauna Internasional. Dalam ekspedisi yang dinamakan "Project Orang Pendek" ini, mereka terlibat penelitian panjang disana.

Secara sistematik, usaha-usaha yang mereka lakukan dalam ekspedisi ini antara lain adalah pengumpulan informasi dari beberapa saksi mata untuk mengetahui lokasi-lokasi dimana mereka sering dikabarkan muncul. Kemudian ada metode menjebak pada suatu tempat, dimana terdapat beberapa kamera yang selalu siap untuk menangkap aktivitas mereka.

Namun, akhirnya rasa putus asa dan frustasi selalu menghinggap di diri mereka, ketika hasil ekspedisi selama ini yang mereka lakukan, belum mendapat hasil yang memuaskan alias nihil.

Beberapa pakar Cryptozoology mengatakan, bahwa Orang Pendek mungkin memiliki hubungan yang hilang dengan manusia. Apakah mereka merupakan sisa-sisa dari genus Australopithecus?

Banyak Paleontologiest mengatakan, bahwa jika anggota Australopithecus masih ada yang bertahan hidup hingga hari ini, maka mereka lebih suka digambarkan sebagai seekor siamang.

Pertanyaan mengenai identitas Orang Pendek yang banyak dikaitkan dengan genus Australopitechus ini, sedikit pudar dengan ditemukannya fosil dari beberapa spesies manusia kerdil di Flores beberapa waktu yang lalu.

Fosil manusia-manusia kerdil "Hobbit" berjalan tegak inilah yang kemudian disebut sebagai Homo Floresiensis. Ciri-ciri fisik spesies ini sangat mirip dengan penggambaran mengenai Orang Pendek, dimana mereka memiliki tinggi badan tidak lebih dari satu seperempat meter, berjalan tegak dengan dua kaki, dan telah dapat mengembangkan perkakas/alat berburu sederhana, serta telah mampu menciptakan api. Diperkirakan hidup antara 35000 – 18000 tahun yang lalu.

Apakah keberadaan "Uhang Pandak" benar-benar merupakan sisa-sisa dari Homo Floresiensis yang masih dapat bertahan Peneliti mengetahui, bahwa setiap saksi mata yang berhasil mereka temui mengatakan, lebih mempercayai Orang Pendek sebagai seekor binatang. Debbie Martyr dan Jeremy Holden, juga mempertahankan pendapat mereka, bahwa Orang Pendek adalah seekor siamang luar biasa dan bukan hominid.Terlepas dari benar tidaknya mereka adalah bagian dari makhluk halus, binatang, atau pun ras manusia yang berbeda. Dunia tentunya masih menyimpan misteri tentang mereka yang harus terus dilakukan penelitian keberadaannya. Dari Berbagai Sumber)

Romeltea Media
jurnalgo Updated at:

Haria, Kades Pejuang Lingkungan di Kaki Gunung Leuser

"Saya sangat peduli dengan pelestarian lingkungan, siapapun yang akan merusak saya akan menentang " ujar Muhammad Haria Lelaki paruh baya, berperawakan kurus dan berkulit agak gelap, ia adalah kepala desa atau dalam bahasa Aceh disebut Keuchik, Lawe Cimanok, kecamatan Kluet Timur, kabupaten Aceh Timur.

Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang peduli terhadap pelestarian hutan di Aceh Selatan. Meski tidak berpendidikan tinggi namun ia merupakan salah satu rujukan oleh para aktivis lingkungan. Pemikiran dan visinya ke depan telah menjadi inspirasi dalam menjaga alam agar lestari.


Menolak Perusahaaan Sawit


Pria yang dilantik menjadi kepala desa pada 2013 ini pernah menentang sebuah perusahaan besar yang bergerak dibidang perkebunan yang ingin membuka perkebunanan sawit di desanya " Perkebunan sawit sebenarnya lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya pada alam dan warga desa karena bisa membuat sumber air kering"ujarnya. Saat disodori surat untuk ditanda-tangani, Ia dengan tegas menolak, ia Bahkan menghadap bupati Aceh Selatan menegaskan penolakannya kepada bupati.


Lawe Cimanok dihuni oleh 380 KK dengan lebih kurang lebih 1000 Jiwa. Umumnya warga berprofesi sebagai petani. Desa ini berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan juga hutan lindung. Desa ini merupakan sebuah contoh dari usaha masyarakat disekitar hutan lindung dalam menjaga kelestarian lingkungan demi hidup yang lebih baik, desa ini juga masuk dalam desa binaan USAID Lestari, sebuah lembaga non Pemerintah yang bergerak di bidang lingkungan di Indonesia, salah satunya mendorong pelestarian hutan Lueser, dan daerah daerah yang masuk dalam Lanskap Leuser.


Hutan disekitar desa sempat gundul karena pembukaan lahan oleh warga untuk berladang, akibatnya terjadi kekeringan sumber air. Warga terpaksa pontang panting mencari sumber air lain. Meski sumber air lainnya didapat namun tidak jernih, berwarna kuning dan tidak layak komsumsi. Masalah ini menjadi beban Lawe Cimanok.


Muhammad Haria kemudian mengumpulkan warga, agendanya mencari solusi. Hasilnya, kesepakatan bahwa warga tidak boleh lagi membuka lahan di daerah-daerah terutama yang dekat dengan sumber air. Sejak saat itu pembukaan lahan berhenti, dibekas hutan yang gundul, dibangun bak penampungan air bersih untuk warga, desa Lawe Cimanok kembali hijau.


Menolak Diberi Mobil Double Cabin


"Ketika warga menyadari bahwa perambahan hutan hanya akan merugikan, mereka tidak mau lagi membuka lahan, hutan yang dulu gundul kini telah menjadi hutan lagi" kenang Muhammad Haria, sumber air kembali melimpah, terutama air bersih yang langsung disalurkan ke warga, kualitas airnya tidak kalah dengan air kemasan.



Ia pernah ditawari mobil Double Cabin, saat sebuah perusahaan besar ingin membuka pertambangan batu bara di desanya "Saya berpikiran jauh kedepan, bisa saja kita mendapatkan keuntungan sesaat yang besar, tapi bagaimana kemudian nasib anak cucu kita kalau alam sekitar kita rusak, kasihan nasib mereka" ujarnya.


Ditengah gencarnya kampanye lingkungan yang digembar gemborkan oleh aktivis lingkungan saat ini, sosok Muhammad Haria mungkin dapat menjadi contoh kisah heroik kepala desa dalam menjaga pelestarian lingkungan terutama pelestarian TNGL dan Hutan Lindung di sekitarnya yang saat ini mulai terancam kelestariannya.


Arsadi Laksamana

Romeltea Media
jurnalgo Updated at:

Mr Jali Sang Juru Kunci Gunung Leuser

Unik, menyenangkan dan kaya pengalaman adalah kesan pertama saat bertemu Mr Jali. Lelaki berusia sekitar 50 tahun itu adalah guide senior para pendaki yang ingin ke puncak Leuser. Dikalangan para pendaki ia telah cukup dikenal, bukan hanya oleh pendaki di Indonesia, namun juga oleh para pendaki dunia.


"Saya tidak bisa membaca apalagi menulis, tapi saya bisa bahasa inggris" kata Mr Jali. Tas rensel besar membuat tubuhnya yang kekar berotot nampak kerdil namun terlihat penuh tenaga, kekuatannya bahkan bisa mengalahkan kemampuan anak muda. Kalau dihitung berapa kali sudah ia mendaki puncak Lueser, jawabanya mungkin sudah ratusan kali. Mendaki puncak Leuser bukanlah perkara mudah, butuh waktu hingga 15 hari dengan medan yang berat, selain dibutuhkan stamina prima juga mental yang kuat.


Hutan Leuser memiliki dua puncak, yaitu puncak Leuser dengan ketinggian 3.119 dan puncak tinggi Lauser 3.404, hutan ini merupakan Taman Nasional lewat diterimanya warisan hutan hujan tropis Sumatera ke daftar situs warisan dunia pada tahun 2004, membuat hutan ini masuk dalam daftar situs warisan dunia oleh UNESCO, kekayaan yang dimiliki Leuser merupakan aset Indonesia. Hutan ini telah menjadi perhatian dunia karena kelestariannya mulai terancam, jalur pendakian gunung Leuser merupakan jalur terpanjang di Asia Tenggara.


Nama asli Mr Jali adalah Rajali, ia punya cerita kenapa dipanggil Mr Jali, tahun 1981 tepatnya tanggal 15 juli 1981 saat ia mulai membuat sejarah baru di kaki gunung Leuser, berbekal pengalaman sebagai petani kebun tembakau, ia membawa turis berkebangsaan Malaysia untuk mengelilingi lembah Leuser dalam sebuah penelitian tentang berbagai macam burung yang ada dilembah Leuser, waktu itu ia hanya membawa peralatan seadanya dan jauh dari standar peralatan petualang alam bebas, memakan waktu tiga hari Mr Jali sukses mengantar turis tersebut mencapai tujuannya.


Dengan pengalaman dan perlengkapan seadanya Mr Jali membangun tenda dari plastik hitam untuk berteduh dari hujan serta hawa dingin lembah Leuser. Dari situ ia mulai menjadi guide, saat datang permintaan menjadi guide dari dua jurnalis berkebangsaan inggris bernama Siemen dan David untuk melakukan penelitian tentang semua satwa yang ada di lembah Leuser, dia dipanggil Mr Jali karena nama Rajali terlalu panjang, dari situlah awal nama Mr Jali melekat padanya. Kedua jurnalis itulah yang mengenalkan Mr Jali ke dunia internasional sebagai guide Leuser lewat brosur serta informasi dari mulut kemulut. Tahun 1987 Mr Jali membuka jalur pendakian ke puncak tertinggi di Sumatra itu.


Saat ulang tahun kemerdekaan RI ke 42, Mr Jali menjadi guide team ekpesidisi Mapala Kompas USU Medan, jauh sebelumnya jalur pendakian Leuser dinding tenggara pernah dilakukan oleh Wanadri pada tahun 1984. Dan kembali dirintis oleh Mr, Jali pada tahun itu.


Lahir dan dibesarkan di kaki gunung Lueser, Mr Jali mungkin adalah sosok Tarzan di dunia nyata, kedekatannya dengan hutan Leuser membuat dia hafal seluk-beluk lika liku hutan Leuser, ia hafal prilaku hewan-hewan di dalamnya bahkan ia juga hafal jenis jenis tumbuhannya, kemampuannya ini membuat ia juga dijuluki "kamus berjalan" menyangkut Leuser dan isinya. 


"Tidak akan ada yang bisa memecat saya, kecauli Tuhan" kata Mr Jali. Selain menjadi penunjuk arah, ia juga mendirikan pondok di kaki gunung Leuser, tepatnya di Keddah, ia beri nama Rain Forest Lodges Keddah dulu ketika tahun 1995. Awalnya hanya berjumlah 25 kamar, namun saat konflik semua kamar itu di bakar orang tidak dikenal. Saat itu ia sempat down, pondok yang susah payah ia bangun dengan meminjam uang pada sebuah Bank, hangus seketika. Namun bantuan datang, seorang temannya, pendaki asal Jerman yang hobi mendaki gunung memberikan bantuan uang Rp 80 juta. Pada 2002 ia kembali membangun pondoknya selanjutnya 2008 pondoknya mulai ramai dikunjungi para pendaki.


Pondok Mr Jali, kerap dikunjungi para pendaki, kebanyakan berasal dari luar negeri, setiap pengunjung yang datang, diminta mengisi buku tamu dan menuliskan pesan dan kesan, berbagai komentar positif ditulis pengunjung, semuanya memuji Mr Jali, kebaikan, sifat humoris, stamina dan pengetahuan menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung. Membaca buku pesan dan kesan itu membuat kita tersenyum, seorang pendaki asal Austria bahkan menuliskan Mr Jali adalah "the real Tarzan" ungkapan yang menyiratkan kekagumannya terhadap Mr Jali.


Ayah dari enam orang anak ini sama sekali tidak pernah menggunakan alat navigasi dan standart keamananan saat menemani para pendaki ke puncak Leuser, sebenarnya banyak guide-guide di kawasan hutan Leuser lainnya terutama di kawasan Wisata Ketambe, di kaki gunung Leuser banyaknya turis lokal dan manca negara mengunjungi Leuser menjadi guide merupakan salah satu pilihan untuk mengais rezeki. 


Mr Jali sering diundang ke berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga ke Papua karena pengalamannya, ia dianggap big bosnya para guide di Lueser. Bukan itu saja, kini ia telah mendidik 25 orang guide di tempatnya, desa Keddah, usahanya itu kini telah membuahkan hasil, anak-anak didiknya saat ini telah mampu menemani para pendaki yang datang dan sangat dapat diandalkan. 


"Kita hanya terkendala lisensi atau sertifikat mereka sebagai guide, seharusnya mereka mendapatkan itu semua, namun sayangnya kita kesulitan mendapatkannya," kata Mr Jali. Seharusnya para guide binaan Mr Jali mendapatkan pelatihan dari pihak pemerintah atau pihak terkait. 


"Kalau saya ada sertifikat, lalu bagaimana dengan mereka, peran guide sangat penting,"ungkapnya.


Mr Jali selain menjadi guide ia juga dianggap sebagai guru alam bagi ribuan sarjana yang membutuhkan informasi tentang jutaan kekayaan hutan Leuser, baik dalam maupun Luar negri, ini dapat dilihat dalam buku tamunya, tidak sedikit para kandidat doktor juga masih membutuhkan jasa dan pengetahuannya. Bagi sebagian para pencinta Alam, Mr Jali juga disebut sebagai juru kunci gunung Leuser.


Apa yang dilakukan Mr Jali berdampak pada penghasilan masyarakat setempat, terutama bagi 25 orang guide binaan Mr Jali, para pendaki, terutama yang dari luar negeri dengan pelayanan jasa maksimal sebagai penunjuk jalan serta pembawa perbekalan para guide dan para porter akan mendapatkan bayaran yang tinggi, untuk sekali pendakian, guide dibayar Rp 150.000, dan forter Rp 100.000 perhari, jika menuju puncak, mereka akan menemani para pendaki hingga 15 hari. 


"Kalikan saja berapa yang mereka dapat, apalagi kalau banyak pendaki yang datang," kata Mr Jali, ia juga menambahkan setiap bulannya pasti ada pendaki atau turis yang datang, para pendaki kerap memberi tips lebih bahkan hingga jutaan.


"Ini adalah salah satu cara, menjaga hutan Lueser dan meningkatkan ekonomi masyarakat disekitar Taman Nasional" kata Mr Jali, seraya menambahkan, dengan penghasilkan yang mereka dapat, maka masyarakat sekitar tidak akan terpikir lagi menebang hutan. 


Ketika ditanya apakah ada bantuan pemerintah setempat terhadap upayanya itu Mr Jali hanya tersenyum penuh arti " Sebenarnya kita sudah sering menyampaikan, terutama ketika para bapak pejabat berkunjung ke pondok, tapi hingga kini belum ada, tapi saya sudah sangat merasa senang mereka datang ke pondok," sebut Mr Jali. 


Harapan Mr Jali, pemerintah membantu prasarana jalan ke pondoknya, sehingga selain pendaki, masyakat biasa juga ikut berkunjung.


"Kalau ada jalan bagus, aliran sungai bisa dijadikan jalur arung jeram, bisa dibuat cubbing, anak-anak sekalipun bisa bermain, dan ada guidenya yang menjaga stanby sehingga aman, nanti disepanjang sungai kita buat kantin kantin, masyakat setempat bisa jualan, anak bermain di sungai, orang tua duduk di kantin, pemerintah dapat PAD, ekonomi masyarakat meningkat, hutan terjaga" harap Mr Jali, konsep yang sederhana, namun entah kenapa begitu sulit diwujudkan.


Arsadi Laksamana

Romeltea Media
jurnalgo Updated at:

Mau Berhenti Merokok? Ini Tipsnya!


​Berhenti merokok memanglah sangat sulit. Meski demikian bukanlah mustahil untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini. Nah bagaimana cara berhenti merokok berikut tips untuk anda

Bulatkan Niat Anda


Di hari pertama anda perlu membulatkan tekad dan niat anda. Untuk tujuan apa anda berhenti merokok? Untuk siapa? Untuk diri sendiri, keluarga dan orang-orang yang mencintai anda. Awali niat dan tekad anda dengan berdoa kepada Allah yang maha pembolak-balik hati. Pada hari pertama ini anda harus menemukan alasan yang kuat kenapa berhenti merokok.

Sudahlah tidak perlu banyak bukti dan perdebatan. Ada ribuan fakta bahwa rokok akan segera membunuh anda. Semakin cepat anda berhenti merokok dan hidup sehat, maka semakin cepat organ tubuh anda yang rusak akibat rokok akan sedikit demi sedikit pulih.

Bulatkan tekad anda bahwa tidak ada gunanya membeli mahal-mahal hanya untuk kepulan asap. Kalau hanya ingin kepulan asap, bakar saja kertas atau barang di rumah anda lalu sedot asapnya, sama bukan? tidak sama donk, khan tembakau rokok wangi dan nikmat?!  Ah itu alasan anda saja, coba ingat-ingat pertama kali anda merokok! batuk-batuk bukan? terasa pahit? nah apa bedanya dengan hirup asap kertas yang dibakar tadi, toh lama kelamaan juga enak. Persepsi merokok itu nikmat karena kita melakukannya secara terus menerus dan menjadi kebiasaan. So, lebih baik uang anda gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Anda bisa melihat orang di sekeliling anda, ibu, anak, istri atau pacar anda. Apakah anda tidak kasihan jika tiap hari harus menghirup asap rokok anda? bacalah berbagai fakta bahwa perokok pasif jauh lebih berat resikonya. Ah khan merokoknya agak jauhan dari mereka, jadi aman. Hellooo… pernah denger anak meninggal gara-gara Pneumonia? yup penyakit itu muncul gara-gara racun asap rokok yang menempel di baju sang ayah, padahal tidak pernah sekalipun merokok di dekat anaknya.

Rubah Mindset Anda


Mindset ini perlu untuk diubah. Banyak yang bilang bahwa berhenti merokok itu sulit. Coba bayangkan ketika anda makan nasi. Tiba-tiba nasi tersebut kejatuhan kotoran cicak dari atap rumah anda. Apa yang akan anda lakukan? Memakan kotorannya?? Iih tidak mungkin. Tentunya anda akan serta merta dan spontan menghentikan makan anda dan bahkan anda akan berhenti makan seketika itu juga. Padahal mungkin sebelumnya anda sangat lapar tapi karena ada kotoran cicak, seketika itu juga perut anda malah jadi kenyang dan tidak nafsu makan. Inilah mindset. Tanamkan dalam pikiran anda bahwa anda pasti bisa menghentikan rokok. Lihat orang-orang di sekitar anda yang mereka tidak pernah merokok. Apakah mereka mati kalau tidak merokok? Jawabannya adalah tidak. So, tanamkan segera ke dalam pikiran anda bahwa anda bisa berhenti merokok. Carilah informasi-informasi seputar bahaya merokok. Bahwa merokok dapat menyebabkan penyakit asma, kanker paru-paru dan yang lain efek negatif yang tentunya merugikan tubuh anda.

Tanamkan Rasa Malu

Tanamkan rasa malu pada diri anda. Caranya adalah ketika anda akan merokok carilah tempat yang sepi yang tidak ada seorang pun yang melihat anda merokok. Jika ada orang lain yang lewat di depan anda segera sembunyikan dan matikan rokok anda. Ulangi cara ini setiap kali bertemu orang. Setiap anda merokok anda hanya boleh melakukannya di tempat sepi dan tidak ada seorang pun. Jika ada orang yang melewati atau melihat anda, segera matikan rokok tersebut dan sembunyikan. Lama-kelamaan anda akan terbiasa dan anda akan malu yang pada akhirnya anda akan meninggalkan rokok anda dimana pun anda berada.

 Jauhi Teman Yang Merokok

Teman adalah pengaruh eksternal. Ibarat pepatah mengatakan jika seorang berteman dengan tukang pandai besi dia akan mendapat aroma besi di tubuhnya tapi jika seorang berteman dengan penjual minyak wangi, dia akan mendapat aroma wangi juga. Begitulah pepatah mengatakan. Mulai hari keempat jauhilah teman-teman anda yang suka merokok. Batasi hubungan anda dengan mereka. Mulailah mencari teman-teman yang baik yang tidak merokok.

 Buang Semua Rokok


Di hari kelima ini anda harus membuang semua rokok anda. Anda paksa untuk tidak merokok lagi. Stress?? Bisa jadi. Tapi ingatlah tekad dan niat anda. Untuk apa anda merokok? Yaitu untuk agama anda, untuk diri anda sendiri dan untuk keluarga anda serta orang-orang yang anda cintai. Jika anda sakit karena rokok tentu anda dan keluarga akan sama-sama susah. Bayangkan jika anda terkena kanker paru-paru akibat terlalu banyak merokok. Siapa yang susah dan menderita? Anda dan keluarga anda sendiri.

Hisaplah Permen

Mungkin di hari kelima anda mengalami yang namanya stress karena belum terbiasa untuk tidak merokok. Cara mengatasinya adalah dengan menghisap permen. Beberapa orang yang telah berhasil berhenti merokok melakukan cara ini dan terbukti berhasil. Menghisap permen sebagai bentuk pengalihan pikiran anda terhadap rokok itu sendiri

PERTAHANKAN!


Pertahankan usaha anda dari hari pertama hingga hari keenam. Banyak-banyaklah berdoa dan minta dukungan orang-orang terdekat anda terutama keluarga, istri, anak bahwa anda benar-benar akan berhenti merokok selamanya. Tentunya mereka juga akan senang karena melihat perubahan baik pada diri anda sendiri. Lihatlah dalam beberapa hari ke depan, tubuh anda semakin sehat, pikiran anda semakin fresh dan produktivitas anda akan meningkat tajam.
(Sumber: Sehatsatu.com)


Romeltea Media
jurnalgo Updated at:

Ekonomi Hijau Ala Hutan Kota Banda Aceh


​Hanya dibutuhkan kreativitas menjadikan limbah atau sampah menjadi produk bernilai ekonomis, seperti limbah plastik kemasan minyak goreng Bimoli menjadi tas jinjing, dompet dan kotak tissue dari plastik kresek, sampah organik menjadi pupuk., konsep ekonomi hijau memang menguntungkan.


 
" Ini tas jinjing yang dibuat dari limbah plastik kemasan minyak goreng Bimoli" sapa Manda, penjaga kantin merangkap staff bagian informasi  Hutan Kota Banda Aceh, wanita muda yang baru tamat kuliah ini adalah salah seorang komunitas Sahabat Hijau yang ikut mengelola Hutan Kota Banda Aceh.

Tas jinjing yang dimaksud Manda ukurannya sebesar tas jinjing konvensial yang biasa dipakai oleh ibu-ibu saat berbelanja, bedanya hanya dipenuhi tulisan merek Bimoli yang sengaja dibuat rapi. Di dalam kios berdinding papan yang sengaja dicat berwarna hijau itu, rak-rak kayu tersusun rapi, beragam survernir yang dibuat dari sampah plastik dijajakan dengan harga mulai dari Rp 8000 hingga Rp 100 000.

Bagi sebagian orang sampah mungkin tidak punya arti apa-apa, namun berbeda yang dilakukan oleh Komunitas Sahabat Hijau Komunitas ini menjadikan sampah-sampah terutama dari plastik-plastik bekas kemasan berbagai produk" Selain tas jinjing, ada juga dompet dari limbah plastik kresek, kotak tissue dari limbah kulit pohon, pelepah pinang, yang paling mahal adalah sandal yang dibuat dari tali rapali, harganya Rp 100,000"jelas Manda lagi. Beragam produk tersebut, selain dibuat oleh anggota komunitas terdapat juga beberapa produk-produk yang dibuat oleh komunitas-komunitas lain yang dan dijual dikantin tersebut.

Apakah produk-produk daur ulang tersebut laku terjual?  Manda meyakinkan, semenjak awal 2014 lalu, Hutan ditengah kota ini kian ramai dikunjungi, pada hari libur pengunjungan bisa mencapai hingga 500 orang, produk-produk mereka laris manis" Pembelinya dari berbagai kalangan, apalagi belakangan dengan adanya peraturan plastik harus dibeli, mungkin ini produk kami adalah salah satu solusinya"sebutnya. Sandal, tas jinjing dan kota tissue adalah produk yang paling laku.

Selain produk-produk daur ulang, Komunitas Sahabat bekerjasama dengan Hutan Kota Pemko Banda Aceh, juga memproduksi sayur-sayuran organik, pupuk organik dan media tanam organik yang tentunya ramah lingkungan" Kita juga mengembangkan peternakan madu, yang dalam waktu dekat ini akan segera panen" ujar Manda, seraya menambahkan bagi masyarakat yang mempunyai produk-produk daur-ulang yang ramah lingkungan jika berminat dapat menitipkan produknya tersebut dikantin Hutan Kota Pemko Banda Aceh untuk dijual.

***

Udara sejuk dan rindangnya pepohonan membuat suasana terasa nyaman ketika memasuki hutan kota Banda Aceh. Hanya butuh membayar uang parkir ribuan rupiah kemudian berlama-lama di hutan buatan yang berjarak kira-kira 6 Kilometer dari pusat kota Banda mungkin salah satu pilihan yang tepat untuk berekriasi atau sekedar bersantai melepas kejenuhan dari aktivitas yang padat. Hutan ini dibangun atas lahan seluas 7.15 ha di atas lahan bekas tambak warga, pembangunannya melibatkan Pemko Banda Aceh, Bank BNI, Yayasan Bustanussalatin,  dan masyarakat Gampong Tibang. Sekitar 100 meter dari simpang Mesra. Tepatnya di tikungan menuju jembatan Krueng Cut. Memasuki halaman parkir pengunjung akan mendapati jembatan besi dan plang yang bertuliskan "Hutan Kota BNI Banda Aceh".

Kini Hutan Kota ini sudah ditumbuhi sekitar kurang lebih 3.500 pohon yang berfungsi untuk menjaga ekologi Kota Banda Aceh yang semakin berkembang. Pengagas Hutan Kota adalah Abdul Mutalib Ahmad, pensiunan Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh ini pernah mendapatkan Kalpataru dari Presiden RI, sebuah penghargaan tertinggi untuk mereka para penyelamat lingkungan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasinya. Kementrian Lingkungan Hidup merekomendasikannya untuk mengembangkan hutan kota. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Go Green, Bank Negara Indonesia telah membantu Pemerintah Aceh untuk mengurangi emisi karbon serta mendukung program pemerintah One Billion Indonesia Trees (OBIT).

Fasilitas yang ada di hutan kota seperti jembatan gantung yang terdapat di bagian depan, jalur pedistrian, jembatan tajuk (ramp canopy trail), jembatan atas bakau (mangrove boardwalk), area pepohonan, kolam bakau dan pembibitan ikan. Selain itu terdapat taman-taman khusus dengan kelompok-kelompok tertentu, seperti taman bertema herbal yang isinya beragam tanaman herbal, ada taman bambu, taman bunga, dan taman walikota nusantara, taman nusantara ini terdapat 99 jenis tanaman yang berasal dari 99 wilayah di Indonesia. Ke 99 jenis tanaman itu ditanam oleh para walikota daerah tersebut pada acara Apeksi di Banda Aceh 2011 lalu.

Terdapat 110 spesies pohon dan jenis bunga  terdapad di Hutan Kota Pemko Banda Aceh, Setiap pohon dituliskan nama dalam bahasa Indonesia dan dibawahnya dibubuhkan nama latin. Sehingga pengunjung dapat langsung mengenal tumbuhan disana, di antaranya ada ketapang kencana, kamboja atau plumeria sp, sirsak dan beberapa jenis lainnya. Selain tumbuhan-tumbuhan, di taman ini juga hidup tujuh jenis burung, seperti bentet colkat, madu sriganti, kuntul kerbau, kuntul sedang, cucak kutilang, apung tanah, dan kuntul kecil. Keberadaan burung-burung ini menunjukkan fungsi ekolosi hutan kota.

 

 

    ***

Dalam laporannya berjudul Towards Green Economy menyebutkan, ekonomi hijau adalah ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Ekonomi hijau ingin menghilangkan dampak negatif pertumbuhan ekonomi terhadap lingkungan dan kelangkaan sumber daya alam. Kehadiran hutan kota seperti yang dilakukan oleh Pemko Banda Aceh ternyata selain pelestarian lingkungan juga dapat meningkatkan perekonomian. Produk-produk ramah lingkungan dan dari proses daur ulang dan ternyata diminati merupakan perwujudan dan konsep ekonomi hijau.

"Banyak manfaat dengan adanya hutan kota ini sebenarnya, dari segi lingkungan misalnya air sumur yang sebelumnya asin menjadi tawar, begitu juga dengan ada pepohonan yang dapat menjadi penahan angin dari laut. Selain itu, dengan adanya hutan kota ini dapat menampung tenaga kerja, apalagi dengan adanya kantin yang menjual produk daur ulang dari plastik, hal tersebut sangat membantu ekonomi masyarakat sekitar" jelas Suhada, pemerhati lingkungan yang juga bekerja disebuah lembaga non Pemerintah di Banda Aceh.

Apa yang dilakukan oleh Pemko Banda Aceh dalam pengembangan Hutan Kota di desa Tibang sudah sepatutnya mendapat apresiasi. Dilihat dari manfaat ekonomi jangka pendek, hutan kota seperti tidak menguntungkan bagi sebuah kota namun seperti yang dilansir oleh Jurnalbumi.com secara jangka panjang hutan kota mempunyai manfaat yang banyak terutama dari segi ekonomi, seperti manfaat estetika, hidrologis, klimatologis, habitat satwa, menekan polusi, penyimpan karbon, edukatif, rekreatif dan manfaat ekonomi dengan  pengelolaan yang baik hutan kota dapat menjadi daya tarik pariwisata.

Terdapat kota-kota besar di dunia menjadikan hutan kota sebagai 'magnet'untuk menarik wisatawan, dampaknya bisa dirasakan dari hasil penjualan tiket, ataupun pendapatan tidak langsung seperti bisnis hotel, restoran, travel dan kerajinan souvenir kreatif seperti yang dilakukan oleh komunitas Sahabat Hijau di hutan kota Pemko Banda Aceh.

Arsadi Laksamana

 

 

 

 

 

Romeltea Media
jurnalgo Updated at:

 
back to top